RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
K.D.14.1
Sekolah | : SMP NEGERI 1 MOJOAGUNG |
Mata Pelajaran | : Bahasa Indonesia |
Kelas /Semester | : VIII/2 |
Standar Kompetensi | : 14. Mengapresiasi kutipan novel remaja ( asli/ terjemahan) melalui kegiatan membaca |
Kompetensi Dasar | : 14.1 Mengomentari kutipan novel remaja yang dibaca |
Indikator | 1).Mampu mendata masalah – masalah yang yang perlu dikomentari 2). Mampu Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis |
Alokasi Waktu | : 4 X 40 menit ( 2 pertemuan) |
I. Tujuan Pembelajaran
Melalui kegiatan pembelajaran diharapkan siswa:
1). Mampu mendata masalah – masalah yang perlu dikomentari dari membaca kutipan novel remaja.
2). Mampu Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis
II. Materi Pembelajaran
1). Masalah – Masalah yang perlu dikomentari dari sebuah novel, antara lain
a. Identitas novel
b. Isi novel secara garis besar
c. Kelebihan – Kelebihan novel
d. Kelemahan – Kelemahan novel
e. Saran untuk pengarang
2). Mengomentari kutipan novel dengan alasan yang logis
III. Metode Pembelajaran
Diskusi
Tanya jawab
Numbered Heads Together
IV. Langkah – Langkah Pembelajaran
Pertemuan Pertama
Langkah – langkah Pembelajaran | Alokasi Waktu | Metode |
A.Kegiatan Awal: 1. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi (melalui tanya jawab ke siswa mengemukakan contoh novel yang pernah dibaca) 2. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran | 10 menit | Tanya Jawab |
B.Kegiatan Inti: 1. Siswa berkelompok sesuai bimbingan guru menurut judul novel yang dipilihnya. 2. Siswa membaca kutipan buku novel yang telah dipilihnya dalam kelompok. 3. Siswa dalam kelompok menemukan masalah-masalah yang perlu dikomentari dari kutipan novel yang dibaca. 4. Siswa bertanya jawab tentang masalah-masalah yang ada dalam kutipan novel yang dibaca. (meliputi tokoh, alur cerita, tema, konflik, setting, dll) . | 60 menit | Diskusi |
C.Kegiatan Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menyampaikan ketertarikannya dalam belajar mengapresiasi novel. 2. Siswa menyimpulkan pelajaran | 10 menit | Tanya jawab |
Pertemuan Kedua
Langkah – langkah Pembelajaran | Alokasi Waktu | Metode |
A.Kegiatan Awal: 1. Membuka pelajaran dengan melakukan tanya jawab tentang seputar novel yang sudah dibaca (hal-hal yang menarik, masalah yang muncul, dll) 2. Guru menyampaikan tujuan pelajaran. | 10 menit | Tanya Jawab |
B.Kegiatan Inti: 1. Siswa berkelompok sesuai kelompok pada kegiatan sebelumnya 2. Siswa dalam kelompok menunjukkan keunggulan, kekurangan, pendapat, kritik, ataupun saran dengan alasan yang logis dari novel yang dibaca 3. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. 4. Siswa menyampaikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas untuk ditanggapi kelompok lain yang sama judul novelnya. 5.Guru menunjuk kelompok lain melaporkan hasil kerjasama mereka. 6. Siswa menyempurnakan hasil pekerjaannya berdasarkan masukan dari kelompok dan guru. | 60 menit | -Diskusi -Penugasan -Numbered Heads Together -Presentasi |
C.Kegiatan Penutup 1. Siswa dan guru melakukan refleksi dengan menyampaikan kesulitan siswa dalam mengementari novel yang dibaca. 2. siswa menyimpulkan pelajaran. | 10 menit | Tanya jawab |
V. SUMBER BELAJAR
Novel berjudul Are You There God? It’s Me Maegaret ( Tuhan Ini Aku Margaret) karya Yudi Blume, penerbit Gramedia, Jakarta . Tahun 2003
LKS BIND. KELAS VIII MGMP KAB. MALANG Hal. 11--13
Buku Bahasa Indonesia Kelas VIII karangan Dawud dan Yuni Penerbit Erlangga
VI. PENILAIAN
1. a. Teknik : . Observasi
2. Bentuk Instrumen : lembar observasi
3. Kisi – Kisi soal penilaian
Standart Kompetensi | Kompetensi Dasar | Indikator Instrumen | |
14 | 14.1 Mengomentari kutipan novel remaja yang dibaca | Disajikan kutipan novel siswa dapat mengementari masalah-masalah dalam novel dengan alas an yang logis. |
Bacalah kutipan novel berikut , kemudian jawablah pertanyaannya!
Pada hari Rabu, sewaktu pelajaran aritmatika, aku mendengar suara burung mencicit. Kebanyakan anak lain juga mendengarnya dan demikian pula Pak Benedict. Aku tahu karena ia mengangkat wajahnya. Aku kembali menekuni soal, tetapi sejenak kemudian aku mendengar suara itu lagi. Ciiit.
Sesudah bunyi ciiit yang kedua, Pak Benedict bangkit dan membuka jendela. Dijulurkannya kepalanya dan memandang berkeliling. Pada saat itulah terdengar tiga suara ciiit lagi dari dalam kelas. Pak Benedict kembali ke mejanya dan berdiri dengan tangan di punggungnya. Ciiit, aku memandang Nancy. Aku yakin ia yang bersuara mencicit. Tetapi ia tak memandangku atau mengatakan apa pun. Pak Benedict duduk dan mengetuk-ngetukkan jemarinya ke meja. Tidak lama kemudian kelas kami berubah menjadi seperti pasar burung. Setiap detik terdengan suara ciiit. Susah sekali menahan diri untuk tidak tertawa. Sewaktu Nancy menendang kakiku di bawah mejaku aku tahu giliranku tiba.Aku menunduk dan menghapus salah satu jawabanku. Sambil menghapus bekas hapusan, aku bilang ciiit. Pada saat Pak Benedict memandang ke arahku, suara cicit datang dari arah lain. Kupikir itu suara Philip Leroy. Kami terus menanti Pak Benedict mengatakan sesuatu, tetapi ternyata di diam saja.
Ketika kami tiba keesokan harinya, susunan meja kami sudah berubah, menjadi berbentuk huruf U. Di tiap meja dilekatkan kartu bernama masing-masing. Di salah satu sisiku duduk Freddy Barnett, yang sama sekali tak kusukai. Aku tahu ia tukang bikin ribut karena aku pernah melihatnya beraksi pada hari pertama masuk sekolah. Waktu itu ia berdiri di belakang Jay Hassler, dan pada saat Jay hendak duduk, Freddy menarik bangkunya sehingga Jay jatuh terduduk. Aku benci pada anak-anak yang melakukan itu! Aku harus berhati-hatri agar tidak terjebak Si Udang itu. Itulah panggilan kami untuknya, karena pada hari pertama kali masuk sekolah kulitnya merah sekali terbakar matahari.
Tetapi di sisi satu lagi malahan lebih parah.Aku duduk di sebelah Laura Danker! Aku bahkan tak berani memandang ke arahnya. Nancy memperingatkan aku bahwa nama jelek Laura bisa menular. Yah, aku tidak usah khawatir karena Laura juga tidak memandang ke arahku. Ia memandang lurus ke depan. Tentu saja, keempat anggota PRC terpisah-pisah. Tapi Nancy beruntung duduk di sebelah Philip Leroy!
Tak ada suara mencicit lagi. Pak Benedict mengingatkan kami agar bersiap-siap menghadapi ulangan IPS keesokan harinya. Siang harinya kami berolah raga. Murid-murid laki-laki bermain basket dengan Pak Benedict. Kami yang perempuan ditinggal bersama guru senam, Bu Abbott, yang menyuruh kami berbaris sesuai dengan besar tubuh kami. Aku nomor tiga dari depan. Janie nomor satu. Laura Danker paling belakang. Gretchen dan Nancy berdiri di tengah. Sesudah berbaris, Bu Abbott berbicara tentang sikap tubuh dan betapa pentingnyaberdiri tegak lurus. ”Tidak peduli petapapun jangkungnya kalian, kalian tidak boleh berdiri bungkuk, karena tinggi badan karunia Tuhan,” kata Bu Abbott seraya berdiri tegak dan menarik napas panjang. Tingginya mungkin 180 sentimeter. Janie dan aku saling pandang dan tertawa cekikikan. Kami tidak mempunyai karunia itu.
Kemudian Bu Abbott memberitahukan bahwa karena kami sudah kelas enam dan sudah besar , akan ada satu mata pelajaran khusus untuk anak-anak perempuan. Hanya itulah yang ia katakan, tetapi aku sudah bisa menebak maksudnya.Mengapa sih kita harus menanti sampai kelas enam baru diberi tahu trentang segala hal.
Malam itu aku belajar sungguh-sungguh. Aku membaca dua baba pertama buku IPS sebanyak empat kali. Sesudahnya aku duduk di lantai dan melakukan latihanku. “Harus-harus-harus-tambah besar!” Aku melakukannya 35 kali kemudian naik ke tempat tidur.
Adakah Kau di situ, Tuhan? Ini aku, Margaret. Aku baru sja melakukan latihan supaya tumbuh besar. Sudahkah Kau memikirkan itu Tuhan? Maksudku, tentang pertumbuhan badanku. Aku sudah punya beha sekarang. Aku pingin agar memang ada yang harus ditutupi dengan beha. Tapi tentu saja, kalau menurutMu belum siap, aku juga akan maklum kok. Besok ada ulangan. Tolonglah agar aku mendapat nilai bagus, ya Tuhan. Aku inginKau merasa bangga akan diriku. Terima kasih.
Keesokan harinya Pak Benedict mebagikan kertas ulangan sendiri. Pertanyaan-pertanyaan sudah tertulis di papan tulis. Disuruhnya kami bekerja begitu memperoleh kertas. Freddy si Udang mencolek aku dan berbisik, ”Jangan pakai nama”. ”Apa maksudmu jangan pakai nama?” bisikku kembali. Freddy berbisik,”tidak akan ada yang pakai nama di kertas ulangan. Dengan begitu Pak Benedict tidsk sksn tshu kertas masing-masing anak. Mengerti?”
Aku mengerti tapi aku sebal mendengarnya. Soalnya empat kali sudah aku menghafalkan buku IPS itu. Tapi kalau yang lain tuidak mencantumkan nama, aku juga tidak mau. Hanya saja aku merasa rugi sekali karena Pak Benedict tidak akan tahu betapa kerasnya aku belajar.
Dalam waktu lima belas menit aku sudah menjawab semua pertanyaan. Pak Benedict meminta Janie mengumpulkan kertas ulangan. Aku tak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan kalau dilihatnya tak ada anak yang mencantumkan nama di kertas ulangan. Kurasa dia akan marah, tetapi tidak akan membuat apa-apa selain menyetrap kami sesudah jam pelajaran. Tidak mungkin kami semua dikeluarkan bukan?
Hari Jumat pagi, waktu memasuki kelas, kami lihat kertas ulangan kami di atas meja. Setiap kertas sudah diberi nama pemiliknya. Aku dapat 98. Wuih, senang sekali. Freddy sebaliknya. Nilainya 53! Pak Benedict tidak menyinggung sekali pun tentang kertas ulangan yang tidak diberi nama itu. Ia hanya berdiri sambil tersenyum. ”Selamat pagi anak-anak”’ katanya tanpa mendeham-deham lagi. Kupikir ia tahu bahwa ia sudah menang.
Siang harinya, Pak Benedict kembali mengingatkan tentang proyek pribadi kami. Dimintanya agar kami tidak menunda sampai detik terakhir. Akhir pekan depan, kami sudah harus tahu topik apa yang akan kami pilih dan mulai mencatatnya di notes.
...................
Dikutip dari novel remaja dengan judul: Are You There God? It`s Me Margaret (Tuhan Ini Aku Margaret) karya Yudy Blume, Penerbit Gramedia, Jakarta, tahun 2003, halaman 60-65.
Jawablah pertanyaan dibawah ini !
- Kutipan novel di atas menceritakan tentang apa?
- Kemukakan kelebihan novel tersebut dengan alasan yang logis?
- Kemukakan kelemahan novel tersebut dengan alasan yang logis!
- Apakah pendapatmu tentang isi novel tersebut?
- Bagaimana jika kamu sebagai tokoh utama dalam novel tersebut? Jelaskan!
4. Pedoman penskoran penilaian observasi
No. 1
Kegiatan | Skor |
Siswa menuliskan tema dialog secara tepat | 5 |
Siswa menuliskan tema dialog kurang tepat | 3 |
Siswa menuliskan tema dialog salah | 1 |
Siswa tidak menjawab apa-apa | 0 |
No. 2
Kegiatan | Skor |
Siswa mengemukakan kelebihan novel dengan alasan logis | 5 |
Siswa mengemukakan kelebihan novel dengan alasan kurang tepat | 3 |
Siswa mengemukakan kelebihan novel kurang tepat | 1 |
Siswa tidak menjawab apa-apa | 0 |
No. 3
Kegiatan | Skor |
Siswa mengemukakan kelemahan novel dengan alasan logis | 5 |
Siswa mengemukakan kelemahan novel dengan alasan kurang tepat | 3 |
Siswa mengemukakan kelemahan novel kurang tepat | 1 |
Siswa tidak menjawab apa-apa | 0 |
No. 4 dan 5
Kegiatan | Skor |
Siswa mengemukakan pendapat dengan alasan logis | 5 |
Siswa mengemukakan pendapat dengan alasan kurang tepat | 3 |
Siswa mengemukakan pendapat kurang tepat | 1 |
Siswa tidak menjawab apa-apa | 0 |
Keterangan:
Penghitungan nilai akhir dalam skala 0—100 adalah sebagai berikut:
Perolehan skor
Skor maksimum (5)
5. Lampiran 2: Lembar observasi dalam diskusi kelompok
No | Nama | Keaktifan | Hasil | Kerjasama | ||||||
A | B | C | A | B | C | A | B | C | ||
1 2 3 4 Dst. | ||||||||||
Ket: A è 90—100 C è 55—65
B è 70—85
Mengetahui, Kepala SMPN 1 Mojoagung Drs. Sukri , M.Si NIP 19580206 199403 1 002 | Jombang, Mei 2011 Guru Mapel Bhs Akrumanik, S.Pd NIP 19680825 200701 2 018 |
Halo
BalasHapusSemua orang yang melihat ini di seluruh dunia, ada banyak scammers di situs ini, saya punya kabar bagus untuk dibagikan. tolong bergabunglah dengan saya untuk berbahagia dan bersyukur kepada perusahaan pemberi pinjaman. Saya baru saja mendapat pinjaman dari ELINA JOHNSON GLOBAL LOAN FIRM yang sah.
Ini adalah bagaimana saya mendapatkan kontak mereka. Saya melihat kesaksian Nyonya Nuliana Novi dari Indonesia di forum ini tentang bagaimana dia mendapatkan pinjaman dari mereka dan dia memberi mereka email kepada semua orang "elinajohnson22@gmail.com" jadi saya segera mengirim email kepada mereka dan mereka menanggapi email saya, Jujur saja, Awalnya saya sangat takut karena saya telah kehilangan uang saya dengan begitu bodoh sebelumnya. Tapi, saya terkejut bahwa kurang dari 3 jam setelahnya, pinjaman sebesar RP 700.000.000, saya mengajukan permohonan untuk benar-benar dipindahkan ke akun saya.
Seluruh proses itu sederhana. dan pinjaman darurat dengan tingkat 2% saya mendapat cepat Tidak ada biaya dari perusahaan, yang saya lakukan hanyalah membayar pin pinjaman ke Kementerian. Tidak ada penjamin yang dibutuhkan dari saya. Sampai sekarang, saya masih merasa sulit untuk percaya bahwa itu benar.
Saya pikir saya sedang bermimpi ketika saya mendapat peringatan dari bank saya. Sekarang hatiku dipenuhi dengan sukacita. Saran saya sangat sederhana untuk setiap orang yang mencari dorongan tulus untuk mendapatkan jumlah pinjaman yang sah untuk memulai bisnis atau untuk membiayai sebuah proyek adalah dengan mengirim email kepada mereka sekarang dan Anda akan terkejut betapa saya terkejut. Saya ingin berterima kasih terutama kepada Nuliana novi untuk memberikan kontak mereka di forum ini.
Dan jika Anda memanggil mereka dan mendapatkan pinjaman dari mereka dan itu tidak semua, mereka memiliki masa depan yang juga memberikan saran keuangan tentang bagaimana Anda melakukan investasi pinjaman Anda untuk memastikan Anda tidak pernah menjadi miskin lagi dalam hidup Anda dan layanan ini. bebas, tolong sebarkan kabar baiknya sehingga orang lain juga bisa diuntungkan. terima kasih, email lagi ^elinajohnson22@gmail.com
^, Nama saya Wahyuni Elvin Hubungi saya, ini email saya wahyunielvin@gmail.com
Catatan: semua penipu meminta biaya pendaftaran, hati-hati, semuanya scam. semoga tuhan memberkati kalian semua
Terima kasih